Gagal kembali ke DPRD Morut, Pendukung Dua Srikandi Ini Berlinangan Air Mata.

oleh -141 Dilihat
oleh

MORUT – Dua Srikandi petahana terjungkal dari kursi DPRD Morowali Utara (Morut) pada Pemilu 2024, pendukungnya tak mampu menahan tangis.

Nama Indrawati Balirante sangat akrab di telinga warga Morowali Utara. Mba Iin sapaannya adalah satu-satunya Srikandi Perindo di Sulteng yang berhasil duduk di kursi anggota DPRD Morut periode 2019-2024. Namun pada periode keduanya, ia gagal kembali ke kursi DPRD Morut pasca perolehan suara partainya berada di urutan ke 9 dari 8 kursi dapil 3.

Kursi ke-8 dapil 3 menjadi milik PDIP dengan perolehan suara partai 2.068 suara. Kursi ini jadi milik Esrom Soromi yang meraih 1.311 suara, sekaligus membuat petahana sekaligus rekan separtainya Lelly Maliso gagal karna hanya meraih 864 suara.

Sementara Perindo berada di urutan ke-9 dengan jumlah suara partai 1.698 suara. Suara Iin Balirante sendiri 1.484 suara. Iin Balirante yang berada di nomor urut 1 berjuang tunggal di dapilnya meraup suara namun harus puas dengan posisi ke-9. Perubahan alokasi kursi di dapil 3 yang sebelumnya 9 kursi menjadi 8 kursi pada pemilu 2024, membuat dapil 3 menjadi dapil “neraka” pertarungan politik. Tak tanggung-tanggung 4 petahana tumbang di dapil ini.

Mendengar hasil akhir pertarungan di dapil 3, Sahabat Iin Balirante (SAHIB) bertetesan air mata menahan tangis. Mereka merasa kehilangan perwakilannya di parlemen.

“Saya menangis pak,,tidak mampu menahan sedih sekali mba Iin itu seperti sodara kami. Setiap saat tempat kami menyampaikan aspirasi,’ungkap salah satu ibu yang enggan namanya di publis.

Dua anggota DPRD Morut ini, Baik Iin Balirante maupun Lelly Maliso adalah sahabat dekat dan punya beberapa kesamaan visi dalam catatan media ini.

  • Iin Balirante dan Lelly Maliso sama berada di nomor urut 1 dan dapil yang sama yaitu dapil 3.
  • Iin Balirante dan Lelly Maliso konsen membantu gereja dan rumah ibadah lain di dapilnya. Dalam salah satu kesempatan Iin Balirante mengungkap dirinya focus pada GSJA, GPDI (Pantekosta) sementara Lelly Maliso focus ke GKST (Protestan) agar tidak tumpang tindih.
  • Iin Balirante dan Lelly Maliso adalah politisi yang juga mengabdikan dirinya sebagai pelayan dengan menjadi hamba Tuhan dan majelis jemaatnya. Di salah satu kesempatan Lelly Maliso mengatakan bahwa Mengabdi sebagai wakil rakyat adalah bagian dari pelayanan.

Dalam perjalanan karirnya Lelly Maliso juga tercatat di pilih sebagai majelis Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Gloria Beteleme. Sebuah pengabdian yang menuntut seorang politisi bisa memisahkan kegiatan politik dan kegiatan pelayanan gereja

“Saat kau perlu, Tuhan tahu. Saat kau minta Tuhan dengar. Saat percaya, Tuhan Bekerja.
Saat menangis, Tuhan tahu. Saat berdoa, Tuhan dengar, Saat bersyukur, Tuhan berkati,” sebuah ungkapan yang pernah di sampaikan Lelly.

(beritamorut.com)