Anggota DPRD Morut yang Marah-Marah Ini, Istri Kadis PUPR

oleh -231 Dilihat
oleh
Foto: Heny Humbu (IST)

Morowali Utara – Persoalan batas lahan antara dua warga Beteleme, yakni Tumijan/Merry dan Mercy Nana atau Cici, kian memanas. Sengketa yang sejatinya sedang ditangani melalui jalur mediasi oleh pemerintah desa, kecamatan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Morowali Utara, justru diwarnai dugaan campur tangan anggota DPRD Morut, Heny Humbu.

Camat Lembo, Benyamin Hambuako, S.Sos mengaku bingung lantaran dirinya dimarahi oleh Heny Humbu saat proses penyelesaian berlangsung.
“Sudah itu saya bingung juga pak, beliau telpon ke saya marah-marah dia bilang kita berpihak,” ujar Camat Lembo (29/8).

Informasi yang berkembang, salah satu pihak yang bersengketa disebut-sebut merupakan tim sukses dari anggota dewan tersebut. Bahkan dalam satu kesempatan, Heny Humbu bersama konsultan disebut ikut turun melakukan pengukuran lahan yang rencananya akan dibangun parit, tanpa seizin pemilik lahan maupun pihak desa.

Sikap ini dinilai tidak patut, apalagi pihak yang dibela Heny Humbu sempat meninggalkan kantor kecamatan saat mediasi tanpa menghargai upaya pemerintah kecamatan mencari jalan tengah.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Lembo, Jass Tamalagi menegaskan pihaknya sudah berusaha menyusun keputusan yang adil untuk kedua belah pihak.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi media pada 23 Juli 2025, Heny Humbu juga sempat berbicara keras terkait keluhan warga. Ketika ditanya soal sikap emosionalnya, ia hanya menjawab singkat,
“Sy emosi td sm drng,” tulisnya.

Masyarakat menilai tindakan arogan dan campur tangan anggota DPRD Morut ini menciderai netralitas serta keteladanan wakil rakyat. DPRD Morowali Utara pun diminta memberikan teguran kepada yang bersangkutan.

Diketahui, Heny Humbu merupakan istri dari Kepala Dinas PUPR Morowali Utara. Ia baru pertama kali duduk sebagai legislator dari dapil 3, namun sikapnya telah menuai sorotan warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.